Contoh dan Koleksi Pantun Kanak-kanak Lengkap Lucu

HobiPantun.com - Pantun merupakan suatu bentuk puisi lama yang terdiri dari empat larik dengan irama silang, irama yang indah dan juga memiliki makna yang penting. Pantun sendiri merupakan sebuah puisi lama melayu Indonesia yang berasal dari bahasa jawa kuno yaitu tuntun yang artinya mengatur atau menyusun.

Kemunculan pantun pada awalnya hanya diungkapkan secara lisan saja akan tetapi seiring dengan banyaknya orang yang ingin belajar pantun dan bahkan menjadi salah satu materi pembelajaran dalam pelajaran bahasa Indonesia menjadikan pantun juga diungkapkan secara tertulis. 


Pantun sendiri sebenarnya merupakan suatu karya yang tidak hanya menegur atau menyampaikan isi dan maksud melainkan juga menjadi sebuah karya yang menghibur. Ada banyak kategori pantun yang dapat Anda temukan. Pantun hadir dalam beberapa golongan usia diantaranya pantun orang dewasa, pantun orang tua dan juga pantun kanak – kanak.

Untuk pantun kanak – kanak biasanya menyampaikan isi secara sederhana yang mudah dicerna dan ditangkap oleh anak sekaligus menyampaikan motivasi – motivasi tertentu kepada anak. Berikut beberapa contoh pantun kanak – kanak dan tips membuat pantun kanak – kanak yang Anda harus tahu! 

Contoh dan Tips Menciptakan Pantun Kanak – Kanak

Berikut kami berikan beberapa contoh pantun kanak – kanak yang dapat Anda jadikan sarana penghibur keriangan si kecil sekaligus membantunya belajar pantun, diantaranya :

Contoh pantun 1

Contoh pantun 1 ini merupakan kategori pantun suka riang untuk anak – anak. Pantun ini menyiratkan kebahagiaan buah hati dan mencerminkan suasana akrab yang riang gembira.

Burung merpati terbang melayang
Hinggap ia di pucuk dedahanan
Setiap kali ayah berpulang
Selalu saja bawa makanan

Rajutlah kain dengan benang
Pintal ia bersama putri duyung
Ayah pulang hatiku senang
Wajah ibu juga sangat riang

Sapi putih tarik pedati
Pedati yang ditarik riang bergoyang
Ayahku yang baik hati
Aku ditimang selalu disayang

Contoh pantun 2

Pantun di contoh yang kedua ini adalah pantun yang menyiratkan isi sebagai nasihat untuk anak – anak. Anda bisa menasehati anak dengan friendly menggunakan pantun ini. Ia juga tentu akan lebih mudah mencerna nasehat apa yang Anda berikan dengan cara yang efektif. Beberapa contoh pantun nasehat anak diantaranya :

Benih padi sedang ditebar
Burung pematuk sedang dikejar
Ayahku memang sangat penyabar
Jadilah aku anak yang suka belajar

Nelayan pulang berlayar
Bersandar perahu di dermaga tepian
Aku akan rajin belajar
Agar menjadi anak pandai kemudian

Ada semut ditimang – timang
Ada katak sedang berjalan
Adek janji rajin sembahyang
Agar adek disayang Tuhan

Contoh pantun 3

Pada contoh selanjutnya kita akan sajikan beberapa contoh pantun hiburan. Pantun ini tujuannya memang sekedar untuk bersenang – senang dan menghibur si kecil namun juga sangat bermanfaat sebagai hiburan yang mengandung nilai – nilai sastra. Beberapa contoh pantun kanak – kanak hiburan diantaranya :

Beli di warung penggaris mika
Bunglon di pohon menatap riang
Kemana yang kamu suka
Liburan ke danau atau ke gunung

Pohon pinang besar di ujung pangkal
Terlihat pinang dipanjang kukang
Penontonnya tertawa terpingkal – pingkal
Celana penunggang melorot ke belakang

Angin meniup pohon ilalang
Burung kutilang berkicau riang
Ayo teman kita berpetualang
Ayo kita jadi si bolang
Jika Anda ingin membuat sebuah pantun kanak – kanak atau pantun jenis apapun termasuk pantun dewasa dan orang tua, Anda harus memahami ciri – cirinya. Ciri – ciri utama pantun sebagai berikut :
Pantun memiliki bait dimana setiap baitnya disusun oleh sekumpulan baris. Satu bait terdiri dari 4 baris.

Pantun kanak-kanak
Pantun kanak-kanak


Setiap baris terdiri dari sekitar 8 – 12 suku kata. Setiap baris terdiri dari 4 – 6 kata Bait pertama dan kedua dalam pantun merupakan sampiran sementara bait ketiga dan keempat dalam pantun merupakan isi pantun. Pantun bersajak ab – ab atau aa – aa, Sementara menurut Abdul Rani (2006 : 23), ciri – ciri pantun disederhanakan sebagai berikut :

  • Pantun terdiri dari empat baris
  • Pada setiap baris terdiri dari 9 – 10 kata
  • Dua baris pertama disebut sampiran sementara dua baris berikutnya adalah isi pantun

Sebuah kalimat empat bait bisa disebut pantun jika memiliki syarat – syarat berikut ini diantaranya :
Satu bait pantun terdiri dari 4 baris
Baris pertama dan kedua adalah sampiran sementara baris ketiga dan keempat adalah isi pantun
Satu baris pantun terdiri dari sekitar 8 – 12 suku kata
Pantun hadir dengan sajak ab – ab atau aa – aa bukan yang lain

Pantun merupakan media belajar yang sastrawi dan dapat meningkatkan kreativitas anak. Ibu dapat mendidik anak dan mengajarkannya menggunakan bait pantun yang sarat akan nilai pesan didalamnya. Untuk Anda yang ingin belajar membuat pantun kanak – kanak ada beberapa trik yang harus diperhatikan dalam membuat pantun kanak – kanak diantaranya yaitu :
Struktur pantun yang akan dibuat

Pantun yang paling sering dibuat adalah pantun dengan 4 baris yang terdiri dari 2 baris sampiran dan 2 baris isi pantun. Dalam satu baris tidak lebih dari 6 kata yang terdiri atas 8 sampai 12 suku kata dimana suku kata ini berpengaruh pada keseluruhan isi pantun mulai dari kesamaan rima akhirnya dan keindahan pantun yang dibuat. Dalam menciptakan sebuah pantun termasuk dalam menciptakan pantun kanak - kanak Anda tidak bisa berpanjang – panjang seperti ketika menulis karangan atau puisi bebas karena pantun sudah memiliki aturan tersendiri. Disinilah Anda bisa berkreasi dengan kata – kata pendek untuk menjadikan beberapa rangkaian kata menjadi pantun yang indah.
Terdapat rima yang sama.

Kesamaan rima ini yaitu bunyi akhir pada setiap baris dari pantun yang akan dibuat. Untuk pantun yang terdiri atas 4 baris memiliki rima dengan sajak aa – aa atau ab – ab. Untuk membuat pantun kanak – kanak yang memiliki sajak berpola aa – aa dibuat seperti lirik namun bedanya pada pantun baris pertama dan kedua yang berpola aa hanya sampiran semata tidak seperti lirik yang sudah tentu setiap barisnya adalah isi. Agar rima bisa sama Anda harus memperhatikan betul kesinambungan kata – kata ‘terakhir’ dalam sampiran dan isi pantun yang Anda buat. 


Pantun anak-anak terlucu
Pantun anak-anak terlucu

Pemilihan kata dalam pantun kanak – kanak

Anda harus jeli dan selektif dalam memilih kata untuk membuat rangkaian pantun kanak – kanak. Hindari memilih kata yang bersifat terlalu dewasa atau kata yang terlalu sulit dicerna anak karena anak – anak masih memiliki kosa kata yang terbatas. Dengan adanya pantun diharapkan anak – anak sedikit demi sedikit dapat memperbanyak kosa katanya. Anda bisa memilih kata yang identik dengan dunia si kecil seperti tempat bermain mereka, apa yang dia suka atau lingkungan di sekitar si kecil.

Pesan dalam pantun kanak – kanak

Pesan adalah inti atau isi dari pantun. Dalam hal ini sebisa mungkin pantun yang dibuat menyampaikan maksud dan pesan tertentu pada anak. Sementara untuk pantun hiburan diharapkan tersaji pesan moral yang juga bisa diserap oleh si kecil. Jadi intinya pesan yang dimaksud tidak harus nasehat akan tetapi juga bisa perbuatan baik atau keseharian yang sering dilakukan anak bersama temannya.

Itulah beberapa contoh dan tips menciptakan pantun kanak – kanak yang Anda harus pahami dan ketahui. Berikan pendidikan terbaik kepada si kecil dengan media yang sesuai, salah satunya adalah dengan pantun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel